OASE 2023 – IAIN Sultan Amai Gorontalo https://iaingorontalo.id Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo Sat, 17 Jun 2023 12:37:50 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://iaingorontalo.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-logo_iain1-32x32.png OASE 2023 – IAIN Sultan Amai Gorontalo https://iaingorontalo.id 32 32 OASE PTKI II 2023 Resmi Ditutup, Tuan Rumah UIN Syahid Jakarta Raih Juara Umum https://iaingorontalo.id/oase-ptki-ii-2023-resmi-ditutup-tuan-rumah-uin-syahid-jakarta-raih-juara-umum/ Sat, 17 Jun 2023 08:28:43 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6650 Selengkapnya]]> CIPUTAT (IAINSAG) – Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) Ke-II Tahun 2023 resmi ditutup oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Jumat (16/06/2023) malam. Puncak OASE PTKI Ke-II Tahun 2023 ini dihadiri ribuan peserta dan civitas akademika di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tuan rumah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syahid) Jakarta ditetapkan sebagai juara umum dalam gelaran yang diikuti 69 PTKI se-Indonesia ini.

Dalam sambutannya Wamen berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan memotivasi para dosen serta perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Kegiatan ini juga menjadi momentun untuk mensejajarkan mutu mahasiswa PTKI pada level nasional dan internasional.

“Gelaran OASE PTKI ini diharapkan dapat dijadikan arah pengembangan pembelajaran pada PTKI yang berdaya saing global,” kata Wamen Zainut Tauhid Sa’adi.

OASE, menurut Wamen, juga merupakan wadah dalam mengintegrasikan keilmuan, kreativitas serta daya saing mahasiswa dalam mencetak prestasi dan menjadi ajang silaturahmi antar PTKI.

“Saya yakin olimpiade ini dapat mencetak mahasiswa yang cerdas dan kreatif serta inovatif dalam berbagai bidang, agama, sains maupun non-sains,” tandas Wamen.

Wamen juga mengapresiasi peserta finalis dari tiga PTKIN yang berasal dari alumni Madrasah Aliyah Al-Qur’an Tebuireng, Jombang.

“Informasi yang saya dapatkan bahwa tiga peserta finalis cabang Lomba Fahmil Qur’an yang mewakili 3 PTKIN berbeda, ternyata berasal dari sekolah yang sama di Madrasah Aliyah Al-Qur’an Tebuireng, Jombang,” ujar Wamen.

Kepada para peserta OASE yang pada hari ini bergembira meraih juara, Wamen mengucapkan selamat atas pencapaian yang membanggakan dan tidak membuat para mahasiswa cepat merasa puas. Prestasi hari ini, lanjut Wamen, dapat dijadikan sebagai acuan dalam meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

“Untuk para peserta yang belum berhasil, jangan berputus asa, tetap semangat dan terus berusaha karena dalam mencapai hasil yang diharapkan ke depannya tidak ada kata menyerah, tetap giat berlatih dalam mengukir prestasi,” tandas Wamen.

“Semoga olimpiade ini dapat menjadikan hubungan silaturahmi antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam menjadi lebih baik, akrab dan harmonis, melahirkan mahasiswa yang berkarakter, cerdas, sehat jasmani dan rohani serta berakhlakul karimah,” sambung Wamen.

Final OASE PTKI II berlangsung 14-17 Juni 2023 di UIN Syahid Jakarta. Sebelumnya, sebanyak 2.387 peserta dari 69 PTKI telah berpartisipasi. Mereka telah berkompetisi sejak babak penyisihan dan melewati babak final yang dinilai 82 juri profesional.

Malam puncak OASE PTKI II juga diumumkan para pemenang dari berbagai kategori yang dilombakan dan dihibur oleh penampilan Wali Band.

Event nasional dua tahunan ini mengusung tema ‘Building Moderate and Innovative Generation to Reach Out Sustainable Development Goals atau Generasi Inovatif dan Moderat Bergerak Bersama Mewujudkan SDGs.’

Hadir dalam penutupan, Direktur Diktis, Direktur PAI, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, para rektor dan wakil rektor dari PTKI se-Indonesia dan dewan juri, ofisial, dan peserta OASE PTKI II se-Indonesia, serta seluruh kontingen.

Sumber: Pers Rilis Kemenag RI

]]>
Sarasehan Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam https://iaingorontalo.id/sarasehan-forum-humas-perguruan-tinggi-keagamaan-islam/ Fri, 16 Jun 2023 22:12:32 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6647 Selengkapnya]]> CIPUTAT (IAINSAG) – Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menggelar sarasehan disela-sela kegiatan Grand Final Olimpiade Agama, Sains dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) II Tahun 2023 se-Indonesia, bertempat di Uni Club Harun Nasution, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Tangerang Selatan, Kamis, (15/06/2023) malam.

Unit Humas PTKI terus diperkuat dalam mendiseminasikan keunggulan kajian keilmuan yang ditawarkan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia. Disaat yang sama, Unit Humas juga perlu meningkatkan adaptabilitas dalam menyikapi perkembangan media informasi kehumasan.

Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam Sarasehan Forum Humas PTKI, yang dipandu oleh Zidnie Ilman Elfikri, selaku Fungsional Humas UIN Salatiga.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Kepala Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta Zaenal Muttaqin, Dewan Kehormatan Forum Humas PTKI / UIN Yogyakarta Muhammad Mahyudin, Koordinator Akademik UIN Jakarta Feni Arifiani, dan Jurnalis senior dan praktisi Humas Nanang Syaikhu, serta turut dihadiri para Humas PTKI se-Indonesia.

Kepala Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta, Zaenal Muttaqin memaparkan tantangan PTKI saat ini, adalah memenangkan kompetisi ketat Perguruan Tinggi secara nasional. Searah perkembangan pendidikan tinggi, baik Perguruan Tinggi Umum maupun Keagamaan berkompetisi ketat menjadi pilihan utama pendidikan bagi generasi muda.

“Dalam konteks kompetisi ini, PTKI harus memenangkan kompetisi, dimana ketika generasi muda memilih tempat studi, maka PTKI harus berada di nomor urut pertama pilihan mereka,” paparnya.

Untuk itu, menurutnya Unit Humas dituntut mampu mengemas diseminasi informasi tentang keunggulan PTKI. Sebagai elemen dasar memenangkan kompetisi, unit Humas wajib meng-upgrade pengetahuan, wawasan, dan skill teknis, serta adaptif dalam menyingkapi perkembangan yang kian pesat, termasuk bidang teknologi informasi.

Sejalan dengan penguatan unit Humas PTKI,  Dewan Kehormatan Forum Humas PTKI / UIN Yogyakarta Muhammad Mahyudin, mendorong institusi Perguruan Tinggi masing-masing untuk mendukung pelaksanaan fungsi unit Humas. Unit Humas harus ditempatkan dalam unit kerja terdepan, bukan sebagai pelengkap semata.

“Keberhasilan Humas menjalankan fungsi perannya tidak lepas dari perhatian dan dukungan Pimpinan institusi masing-masing,” tegasnya

Lanjutnya, Humas merupakan etalase suatu lembaga dan menjadi garda terdepan dalam membentuk citra lembaga. Maka, Sumber Daya Humas sendiri perlu terus meng-upgrade kemampuan komunikasi dan inovasi saluran komunikasi, termasuk kemampuan mencitrakan Humas sebagai unit terdepan.

“Misalnya, dari cara berpakaian dan bersikap juga perlu diperhatikan agar trust public juga tercipta,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Akademik UIN Jakarta, Feni Arifiani menjelaskan, bahwa fungsi dan peran Kehumasan PTKI tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada unit Humas semata.

Sejatinya, seluruh civitas akademika memposisikan dirinya sebagai Humas, dengan mempublikasikan hal-hal yang positif dan keunggulan dari PTKI, sehingga citra lembaga akan semakin baik.

“Fungsi dan peran kehumasan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada unit Humas semata. Namun semua harus sadar bahwa, seluruh civitas akademika merupakan bagian marketing dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam,” jelas Feni Arifiani.

Pada kesempatan yang sama, jurnalis senior dan praktisi Humas, Nanang Syaikhu menyebut, bahwa seorang fungsional Humas dituntut mampu mengemas setiap informasi, agar dapat menarik perhatian publik.

Nanang berharap, Humas PTKI peka dan adaptif terhadap perubahan media komunikasi. “Jika dulu media cetak, lalu web, ke depan unit Humas harus adaptif dengan perkembangan sosial media,” harapnya.

Terakhir, poin penting yang menjadi kesepakatan bersama dalam sarasehan ini diantaranya, sinergi lebih erat antar unit Humas PTKI, sharing session tentang praktek, penguatan peran Humas, dan penyelesaian berbagai problematika Kehumasan yang diharapkan menjadi perhatian bersama seluruh fungsional Humas.

(Humas/YN)

]]>
Petinggi IAIN Sultan Amai Gorontalo Hadiri Grand Final OASE PTKI II 2023 https://iaingorontalo.id/petinggi-iain-sultan-amai-gorontalo-hadiri-grand-final-oase-ptki-ii-2023/ Wed, 14 Jun 2023 14:47:31 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6645 Selengkapnya]]> CIPUTAT (IAINSAG) – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi., turut menghadiri pembukaan Grand Final Olimpiade Agama, Sains dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) II Tahun 2023 se-Indonesia di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Tangerang Selatan, pada Rabu (14/6/2023).

Tak sendirian, Rektor Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi., didampingi para petinggi IAIN Sultan Amai Gorontalo, yaitu Wakil Rektor (Warek) I, Dr. H. Sofyan A.P. Kau, M.Ag., Warek III, Dr. H. Lukman Arsyad, M.Pd., Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., Pranata Humas Muda Irma Makmur, M.Pd.

Kehadiran Rektor bersama jajarannya selain menghadiri beberapa agenda penting lainnya, juga menunjukkan komitmen Rektor dalam mendukung partisipasi delegasi IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam ajang kompetisi OASE PTKI II tahun 2023.

Para delegasi IAIN Sultan Amai Gorontalo ini didampingi tim Official, diantaranya Rifian Panigoro, MA., Dr. Luqmanul Hakim Adjuna, Sofyan Mustafa S.Kom., Rosmin Djafar, S.Pd., Mimin Ferliyanti Mahmud, S.Pd.

Kepada para delegasi IAIN Sultan Amai Gorontalo, Rektor menyampaikan bahwa dalam perhelatan OASE PTKI II 2023 ini tidak hanya sekedar sebagai ajang kompetensi diri, namun kata Rektor, ajang ini diharapkan akan melahirkan generasi yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan kesalehan serta memiliki integritas.

“OASE ini diharapkan dapat membentuk kader atau calon pemimpin terbaik dimasa depan yang beriman dan bertaqwa, memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki integritas,” harap Rektor.

Rektor berpesan kepada delegasi dari IAIN Sultan Amai Gorontalo bisa mengharumkan nama baik almamater. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, selama ini IAIN Sultan Amai Gorontalo telah mampu memberikan yang terbaik bagi PTKI se-Indonesia, dengan keberhasilan menggelar berbagai event berskala nasional dengan sukses.

Pada perhelatan OASE PTKI II tahun 2023 ini, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi tuan rumah gelaran grand final yang berlangsung pada 14 – 17 Juni 2023.

Dalam kesempatan itu, Rektor bersama rombongan mengunjungi Expo Karya Inovasi dan Bazar OASE PTKI II 2023 yang berlangsung di GOR Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Expo Karya Inovasi ini diisi berbagai bidang keilmuan, mulai dari ilmu keagamaan hingga sains dan teknologi, dengan total keseluruhan 100 stand. Ada 11 kategori yang turut diperlombakan yaitu Robotik dan Programming, Nano Teknologi dan Kesehatan, Astronomi dan Ilmu Falak, Iklim Limbah dan Lingkungan, Arsitektur Islam, Literasi Teknologi, Produk Halal dan Ketahanan Pangan, Media Pembelajaran, Sosial Keagamaan, Karya Tulis Al-Quran serta Business Plan. (Himas/YN)

]]>
Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Kunjungi Bazar dan Expo Karya Inovasi OASE PTKI II 2023 https://iaingorontalo.id/bazar-dan-expo-karya-inovasi-warnai-grand-final-oase-ptki-ii-2023/ Wed, 14 Jun 2023 11:26:38 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6631 Selengkapnya]]> CIPUTAT (IAINSAG) – Expo Karya Inovasi dan Bazar Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) II tahun 2023 dibuka langsung oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi, sesaat setelah mendampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat membuka secara resmi grand final OASE PTKI II tahun 2023 di Gedung Auditorium Harun Nasution, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (14/06/2023).

Bazar dan Expo Karya Inovasi OASE PTKI II tahun 2023, berlangsung di GOR Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, diisi berbagai bidang keilmuan, mulai dari ilmu keagamaan hingga sains dan teknologi.

Expo Karya Inovasi ini turut memperlombakan Robotik dan Programming, Nano Teknologi dan Kesehatan, Astronomi dan Ilmu Falak, Iklim Limbah dan Lingkungan, Arsitektur Islam, Literasi Teknologi, Produk Halal dan Ketahanan Pangan, Media Pembelajaran, Sosial Keagamaan, Karya Tulis Al-Quran serta Business Plan.

Peserta Expo Karya Inovasi ini terdiri dari PTKI yang sebelumnya sudah mengikuti babak penyisihan yang telah dilaksanakan pada tanggal 22-26 Mei lalu secara daring.

Menurut Wamen Zainut Tauhid Sa’adi, OASE PTKI merupakan salah satu kompetisi yang bergengsi, sehingga dinilai mampu menjadi motivasi bagi para mahasiswa untuk melakukan riset diberbagai terapan ilmu dalam menggapai prestasi baik di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional.

“Saya berharap para peserta dapat berkompetisi secara sehat, mengandalkan basis keilmuannya, baik pada nilai-nilai agama, sains maupun riset,” ujar Wamen Zainut Tauhid Sa’adi.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi., saat menghadiri Grand Final OASE PTKI II tahun 2023, berharap kepada para delegasi yang telah mendapat kepercayaan mewakili IAIN Sultan Amai Gorontalo agar menjaga nama baik almamater.

Menurutnya, dalam perhelatan OASE PTKI II 2023 ini tidak hanya sekedar sebagai ajang kompetensi diri, namun lebih dari itu diharapkan akan melahirkan generasi yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan kesalehan serta memiliki integritas.

“OASE ini diharapkan dapat membentuk kader atau calon pemimpin terbaik dimasa depan yang beriman dan bertaqwa, memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki integritas,” tuturnya.

Di sela-sela kunjungannya menyaksikan langsung gelaran Expo Karya Inovasi dan Bazar OASE PTKI II tahun 2023, Rektor berharap, delegasi dari IAIN Sultan Amai Gorontalo bisa mengharumkan nama baik kampusnya.

Harapan Rektor tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, selama ini kata Rektor, IAIN Sultan Amai Gorontalo telah mampu memberikan yang terbaik bagi PTKI se-Indonesia, dengan keberhasilan  menggelar berbagai event berskala nasional dengan sukses.

Diketahui, delegasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo berhasil lolos ke babak final dalam lomba Fahmil Qur’an.

Mereka adalah Fadhilah Siti Ramdina Bowode (Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Wahyudi Dama (Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), dan Adittia Batalipu (Jurusan Pendidikan Bahasa Arab).

Para delegasi IAIN Sultan Amai Gorontalo ini turut didampingi sejumlah Official, diantaranya Rifian Panigoro, MA., Dr. Luqmanul Hakim Adjuna, Sofyan Mustafa S.Kom., Rosmin Djafar, S.Pd., Mimin Ferliyanti Mahmud, S.Pd.

Bahkan grand final ini selain dihadiri Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi., juga dihadiri Wakil Rektor (Warek) I, Dr. H. Sofyan A.P. Kau, M.Ag., Warek III, Dr. H. Lukman Arsyad, M.Pd., Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., Pranata Humas Muda, Irma Makmur, M.Pd. (Humas/YN)

   

]]>
Grand Final Resmi Digelar, Menag: OASE PTKI II 2023 Sudah On The Right Track https://iaingorontalo.id/grand-final-resmi-digelar-menag-oase-ptki-ii-2023-sudah-on-the-right-track/ Wed, 14 Jun 2023 10:01:27 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6625 Selengkapnya]]> CIPUTAT (IAINSAG)Grand Final Olimpiade Agama, Sains dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) II Tahun 2023 se-Indonesia resmi digelar pada 14 – 17 Juni 2023 di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Tangerang Selatan.

Prosesi dimulainya Grand Final OASE PTKI II 2023 ditandai dengan penekanan tombol digital oleh Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, didampingi Wakil Menag Zainut Tauhid Sa’adi, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar, dan Wali Kota Tangerang Selatan H. Benyamin Davnie.

Tampak hadir pada pembukaan tersebut, para pejabat di lingkungan Kemenag RI, para Rektor PTKI, para peserta finalis dari seluruh Indonesia serta tamu undangan lainnya.

OASE didesain sebagai salah satu perhelatan bergengsi di lingkungan mahasiswa PTKI seluruh Indonesia ini mengusung tema Generasi Inovatif dan Moderat Bergerak Bersama Mewujudkan SDGs (Building Moderate and Innovative Generation to Reach Out Sustainable Development Goals) dengan slogan Knowledge, Piety, Integrity.

Dalam sambutannya, Menag menekankan agar slogan Knowledge, Piety, Integrity tidak hanya menjadi jargon semata, namun ini akan menjadi output sekaligus outcome dari kegiatan olimpiade seperti ini.

“Saya melihat bahwa OASE PTKI sudah on the right track, tinggal kualitasnya ditingkatkan dari waktu-kewaktu. Apalagi slogannya pengetahuan, kesalehan, dan integritas. Tiga hal yang ketika disatukan, apa saja bisa kita taklukkan di dunia ini,” Ungkap Menag saat membuka Grand Final OASE PTKI II 2023 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (14/06/2023).

“Berkali-kali saya katakan dibanyak kesempatan bahwa, menjadi manusia pintar itu mudah, tapi menjadi manusia yang saleh, manusia yang berintegritas, dan manusia memiliki pengetahuan itu tidak mudah,” imbuhnya.

Namun demikian, Menag meyakini melalui OASE PTKI ini akan lahir generasi masa depan yang memiliki pengetahuan, kesalehan, dan integritas, sehingga negara ini kelak akan dipimpin oleh para alumni PTKI yang ada di Indonesia. Kata Gusmen sapaan akrabnya, yang langsung mendapat aplaus dari para hadirin.

Bahkan menurut Menag, OASE ini harus menjadi salah satu eviden atau bukti bahwa PTKI bukan hanya mampu mencetak para ahli dalam bidang keilmuan agama saja, namun lebih dari itu, menguasai sains dan riset teknologi.

“Saya berharap kegiatan seperti ini diarahkan kesana. Jangan hanya demi penyerapan anggaran belaka. Karena masa itu sudah lewat. Tetapi dalam membuat suatu kegiatan, harus memiliki arah dan tujuan yang jelas,” tegasnya.

Kepada para peserta finalis OASE PTKI II 2023, Menag berharap agar jangan ragu, jangan pesimis, jalani kompetisi dengan sportifitas. Karena sejatinya seluruh peserta OASE PTKI adalah pemenang.

Namun ini adalah sebuah kompetisi, maka pasti akan melahirkan pemenang, dan bagi peserta yang belum menang, Menag berharap untuk tidak berkecil hati.

“Saya harap kepada adik-adikku sekalian para peserta OASE ini, tidak usah ragu, tidak usah pesimis, juga jangan berkecil hati jika belum berhasil menang. Namun karena ini adalah sebuah kompetisi, maka pasti akan memunculkan pemenang. Tapi yakinlah bahwa kita semua yang ada diruangan ini dilahirkan untuk menjadi pemenang. Tidak ada diantara kita yang dilahirkan untuk tidak menjadi pemenang,” kuncinya.

Diketahui, pada kegiatan ini delegasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo berhasil lolos ke babak final dalam lomba Fahmil Qur’an.

“Berangkat dengan penuh semangat, membawa tiga finalis terbaik. Inilah Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo!,” seru master of ceremony saat menyambut dan mempersilahkan defile IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk melewati panggung kehormatan.

Mereka adalah Fadhilah Siti Ramdina Bowode (Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Wahyudi Dama (Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), dan Adittia Batalipu (Jurusan Pendidikan Bahasa Arab).

Para delegasi IAIN Sultan Amai Gorontalo ini turut didampingi sejumlah Official, diantaranya Rifian Panigoro, MA., Dr. Luqmanul Hakim Adjuna, Sofyan Mustafa S.Kom., Rosmin Djafar, S.Pd., Mimin Ferliyanti Mahmud, S.Pd.

Bahkan grand final ini dihadiri Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi., Wakil Rektor (Warek) I, Dr. H. Sofyan A.P. Kau, M.Ag., Warek III, Dr. H. Lukman Arsyad, M.Pd., Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., Pranata Humas Muda, Irma Makmur, M.Pd. (Humas/YN)

   

   

 

]]>
Menag Yaqut: OASE Bukti Mahasiswa PTKI Juga Jago Sains https://iaingorontalo.id/menag-yaqut-oase-bukti-mahasiswa-ptki-juga-jago-sains/ Wed, 14 Jun 2023 09:56:58 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6620 Selengkapnya]]> CIPUTAT (IAINSAG) – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik digelarnya Olimpiade Agama, Sains, Riset (OASE) di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI). Menag menilai, OASE kedua yang digelar di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi ajang strategis untuk menunjukkan bahwa mahasiswa PTKI tak hanya ahli di bidang keilmuan agama, namun juga bisa menguasai sains atau teknologi.

“Penyelenggaraan OASE ini semakin memperkuat bukti bahwa PTKI bukanlah sekadar tempat mencetak sarjana agama saja, melainkan juga tempat mencetak kader intelektual, ilmuwan, dan sarjana rumpun ilmu non agama seperti STEM (science, technology, engineering and math),” ujar Menag saat membuka OASE PTKI ke-II di Auditorium Harun Nasution, Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Menag menilai, kegiatan OASE sudah on the right track sebagai ajang pesta prestasi mahasiswa PTKI dalam bidang akademik. Dengan dasar itu, dia meminta kepada segenap jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk terus melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan kegiatan yang bergengsi ini. Dengan evaluasi yang komprehensif juga akan semakin meningkatkan kualitas OASE di masa mendatang.

Menag juga mendorong agar hasil atau outcome dari penyelenggaraan OASE ini mendapat pengakuan (recognition) dari asosiasi keilmuan terkait, baik yang ada di tingkat nasional maupun di dunia Internasional. Hal ini penting agar kegiatan OASE kedua yang bertajuk  “Generasi Inovatif dan Moderat Bergerak Bersama Mewujudkan SDGs” ini tidak hanya bermakna gebyar dan syiar  namun betul-betul dapat menjadi ajang bergensi dan kompetitif yang berkualitas dan diakui masyarakat.

“Gelaran OASE ini mempunyai peran sangat strategis dalam meneguhkan fungsi perguruan tinggi tidak hanya sebagai fungsi pendidikan dan pengajaran, melainkan juga sebagai fungsi penelitian dan pengembangan. Saya yakin jika semua mengikuti dengan totalitas maka rekognisi itu akan mudah kita dapatkan. Saya juga yakin OASE ini melahirkan mahasiswa yang hebat-hebat,” tandas Menag.

Kepada para peserta OASE, Menag berpesan agar semua mengikuti jalannya kompetisi dengan sportif. Menurut Menag, sejatinya seluruh peserta OASE adalah pemenang. Namun karena sebuah kompetisi maka tentu akan melahirkan pemenang nantinya. Di sisi lain, bagi peserta yang belum memang untuk tidak berkecil hati.

Final OASE PTKI II se-Indonesia berlangsung mulai Rabu-Jumat (14-17/6/2023). Lomba dalam olimpiade ini antara lain matematika, kimia, fisika, biologi, literasi dan inovasi teknologi, nanoteknologi dan kesehatan, produk halal dan ketahanan pangan, serta iklim, limbah, lingkungan dan sumber daya terbarukan. Lomba lainnya adalah sosial keagamaan, media pembelajaran, desain dan arsitektur Islam, astronomi, debat bahasa Inggris, Arab, dai, qiraatul kutub dan fahmil Qur’an.

“Semoga dengan OASE,  kita akan melahirkan generasi muda muslim yang hebat dalam bidang sains, riset dan keagamaan,” ujar Dirjen Pendis Kemenag Prof Ali Ramdhani.

Sumber: Pers Rilis Humas Kemenag

]]>
Ingat! Final Olimpiade Agama, Sains dan Riset PTKI II se-Indonesia Digelar 14 – 17 Juni 2023 https://iaingorontalo.id/ingat-final-olimpiade-agama-sains-dan-riset-ptki-ii-se-indonesia-14-17-juni-2023/ Mon, 12 Jun 2023 14:15:10 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6612 Selengkapnya]]> GORONTALO (IAINSAG) – Jelang final Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) II tahun 2023, pihak panitia terus melakukan sejumlah persiapan guna memastikan segala hal berjalan dengan baik.

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai tuan rumah OASE PTKI II tahun 2023 se-Indonesia. Sementara untuk babak final akan digelar secara luring pada 14 – 17 Juni 2023 pekan ini.

Sebelumnya telah digelar rapat koordinasi persiapan OASE PTKI II di Tangerang, Banten, Kamis (08/06/2023).

Pada kesempatan itu, Direktur PTKI Ditjen Pendis, Ahmad Zainul Hamdi dalam arahannya menyampaikan, mulai dari pelaksanaan pembukaan, penutupan hingga pengumuman pemenang, semuanya harus dikoordinasikan dengan baik. Sehingga semua terlaksana dengan hasil perfect (sempurna) dan zero mistakes (tanpa kesalahan), sedikit kesalahan masih bisa ditolerir dan dimaklumi.

“Kegiatan OASE ini merupakan kali kedua yang kita selenggarakan, untuk itu kesuksesan semua hal dalam penyelenggaraan agar dapat benar-benar dimaksimalkan,” tegas Prof Inung, sapaan akrabnya.

Untuk perbaikan ke depan, Prof. Inung menggagas pembentukan Komite OASE. Diharapkan keberadaan komite tersebut dapat menangani OASE dengan lebih baik dan lebih fokus, sehingga pelaksanannya tidak amatir dan temporer serta memiliki struktur yang ditetapkan melalui sebuah Surat Keputusan.

Pihaknya juga akan bersinergi dengan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai asosiasi yang melakukan penilaian.

Senada dengan hal itu, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Sarana Prasana dan Kemahasiswaan Kemenag, Zulpan Syarif Supriadi Hasibuan menyampaikan, bahwa sebelum hari pelaksanaan final OASE PTKI II, pihaknya akan memastikan segala hal berjalan dengan baik, untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diharapkan dan memitigasi resiko untuk menghasilkan solusi terbaik.

Kendati begitu, Zulfan mengakui adanya ketidakpuasan beberapa pihak terkait hasil pengumuman kebabak final. Menurutnya itu sebagai hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Namun, pihaknya memastikan semua sudah berjalan sesuai Juklak dan Juknis yang ditetapkan.

“Kritik dan saran yang disampaikan baik secara langsung ataupun melalui media sosial, kita berterima kasih dan menjadi motivasi kita untuk menjadi semakin lebih baik dalam hal penyelenggaraan OASE ke depan,” tutur Zulfan.

Sementara itu, mewakili tuan rumah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Ali Munhanif juga sebagai ketua panitia, menilai penyelenggaraan OASE PTKI II tahun 2023 sudah berjalan dengan baik mulai dari pendaftaran hingga babak final.

“Kesuksesan suatu event akan sangat dinilai dan terlihat saat gelaran grand final. Dengan bantuan semua pihak, kita bersama mengupayakan yang terbaik,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, penyelenggaran OASE merupakan upaya para akademis untuk menunjukan kepada publik, bahwa PTKI telah merintis suatu event di bidang sains yang bermanfaat dalam peningkatan keilmuan di masa depan. (Humas/YN)

]]>
Delegasi IAIN Sultan Amai Gorontalo Lolos Ke Babak Final OASE PTKI II 2023 https://iaingorontalo.id/delegasi-iain-sultan-amai-gorontalo-lolos-ke-babak-final-oase-ptki-2023/ Fri, 09 Jun 2023 10:32:21 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6603 Selengkapnya]]> GORONTALO (IAINSAG) – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), terus melakukan upaya untuk mendorong prestasi mahasiswa diberbagai bidang dengan menggelar Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) II Tahun 2023.

OASE didesain sebagai salah satu ajang bergengsi di lingkungan mahasiswa PTKI yang digelar oleh Ditjen Pendis Kemenag RI bersama PTKI seluruh Indonesia.

Kompetisi ini sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan keilmuan dan menumbuh-kembangkan motivasi belajar, kreativitas, dan daya saing mahasiswa untuk berprestasi.

Bahkan, perhelatan ini dirancang sebagai kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, serta keadilan.

Generasi Inovatif dan Moderat Bergerak Bersama Mewujudkan SDGs (Building Moderate and Innovative Generation to Reach Out Sustainable Development Goals), menjadi tema besar yang diusung dalam perhelatan kali ini.

Tak hanya itu, terdapat 25 jenis lomba diberbagai bidang, disediakan sebagai ruang kompetisi bagi para mahasiswa yang berasal dari PTKI seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta.

Kedua puluh lima bidang lomba yang dikompetisikan tersebut terdiri dari bidang sains yang meliputi matematika, fisika, kimia, dan biologi.

Bidang non sains seperti karya inovasi meliputi literasi inovasi teknologi, nanoteknologi dan kesehatan, produk halal dan ketahanan pangan, Iklim, limbah, lingkungan dan sumber daya terbarukan, sosial keagamaan, media pembelajaran, desain arsitektur Islam, astronomi Islam / ilmu falak, dan karya tulis Al-Qur’an.

Bidang business plan, bidang debat ilmiah meliputi debat bahasa Inggris, debat bahasa Arab, dan debat Konstitusi. Bidang qiraatul kutub, bidang fahmil qur’an, bidang story telling, bidang da’I / da’iyah, bidang psikologi, serta bidang robotik dan programming.

Sebelumnya, tahap penyisihan telah dilaksanakan secara daring dengan menggunakan Computer Based Test (CBT), Virtual Meeting dan Aplikasi Penjurian pada 22-26 Mei 2023.

Yang menarik, delegasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo berhasil lolos ke tahap final dalam bidang lomba Fahmil Qur’an.

Mereka adalah Fadhilah Siti Ramdina Bowode (Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Wahyudi Dama (Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), dan Adittia Batalipu (Jurusan Pendidikan Bahasa Arab).

Para finalis tersebut merupakan peserta yang telah lolos dari serangkaian tahap seleksi yang sangat ketat dari tahap penyisihan hingga akhirnya lolos ke tahap final, berdasarkan pengumuman hasil seleksi tahap penyisihan nomor 039/OASE-II/UINJKT/V/2023.

Hal ini sebagaimana disampaikan M. Rifian Panigoro, M.A., Ketua Jurusan Ilmu Hadits Fakultas Ushuluddin dan Dakwah melalui pesan elektronik yang diterima tim HumasSA, Kamis (08/06/2023).

“Dari 62 tim se-PTKI yang mengikuti lomba Fahmil Quran pada babak penyisihan, hanya 12 tim yang lolos ke babak final termasuk delegasi dari IAIN Sultan Amai Gorontalo yang tercantum diurutan ke-2, lampiran ke-20, pada daftar peserta yang lolos ke tahap final,” sambungnya.

Sebagai informasi, babak final akan digelar secara luring pada 14 – 17 Juni 2023 mendatang, di Kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. (Humas/YN)

]]>