FEBI – IAIN Sultan Amai Gorontalo https://iaingorontalo.id Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo Thu, 02 Jul 2026 13:39:04 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://iaingorontalo.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-logo_iain1-32x32.png FEBI – IAIN Sultan Amai Gorontalo https://iaingorontalo.id 32 32 Karya Dosen IAIN Gorontalo, Aplikasi Manjonongki Siap Bantu Kafe dan Restoran Naik Kelas https://iaingorontalo.id/karya-dosen-iain-gorontalo-aplikasi-manjonongki-siap-bantu-kafe-dan-restoran-naik-kelas/ Wed, 01 Jul 2026 13:30:53 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=12184 Selengkapnya]]> GORONTALO, 1 Juli 2026 — Di dunia yang kerap memisahkan “orang kampus” dan “orang bisnis”, Fandli Supandi memilih menjadi keduanya. Hari ini, aplikasi kasir dan manajemen kafe-restoran buatannya, Manjonongki, resmi dipasarkan ke publik — sebuah karya yang menyatukan ketajaman seorang akademisi dan pengalaman nyata seorang pelaku usaha kuliner.

Fandli Supandi, M.Kom, adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo. Namun ia bukan akademisi yang hanya bergelut dengan teori. Selama enam tahun, ia juga menjalankan langsung Konsep Syndrome Coffee n Eatery, kafenya sendiri di Gorontalo. Dua peran itulah yang membuat Manjonongki berbeda: lahir dari riset, tetapi ditempa oleh praktik.

Dua Dunia dalam Satu Sosok

Kebanyakan aplikasi bisnis lahir hanya dari satu sisi — entah dari programmer yang tak pernah berdagang, atau dari pemilik usaha yang tak punya kerangka analisis. Fandli hadir dari keduanya sekaligus. Di ruang kuliah, ia terbiasa membedah persoalan ekonomi dan bisnis secara sistematis; di kafenya, ia merasakan sendiri masalah itu dalam bentuk paling nyata.

“Sebagai dosen, saya terbiasa membedah masalah secara terstruktur; sebagai pemilik kafe, saya merasakan langsung sakitnya masalah itu setiap hari,” ujar Fandli. “Manjonongki lahir dari pertemuan keduanya — analisis yang matang, tapi tetap membumi dan benar-benar bisa dipakai.”

Keresahan yang Ia Teliti, Sekaligus Ia Alami

Enam tahun mengelola Konsep Syndrome Coffee n Eatery membuat Fandli akrab dengan persoalan yang menghantui hampir semua pemilik kafe: pesanan menumpuk di jam ramai, uang kas selisih di akhir shift, stok bahan habis tanpa disadari, dan laporan keuangan yang tak pernah benar-benar rapi.

Bedanya, ia tak hanya mengeluh — ia mempelajarinya secara ilmiah lalu membangun solusinya. Persoalan yang biasanya hanya dicatat sebagai keluhan, olehnya diurai menjadi kebutuhan sistem yang terukur, lalu diwujudkan menjadi fitur nyata dalam aplikasi.

Bekerja Diam-diam di Balik Layar, Menyajikan Angka yang Sudah Matang

Kekuatan sesungguhnya Manjonongki justru tak selalu terlihat — ia bekerja diam-diam di balik layar. Setiap kali kasir mencatat pesanan, dapur menyiapkan menu, atau pelanggan membayar, sistem langsung mengolah semuanya menjadi data yang rapi. Pesanan mengalir real-time ke layar dapur dan bar lewat Kitchen Display System, stok bahan terpotong otomatis begitu penjualan terjadi, dan setiap transaksi tercatat tanpa perlu dicatat dua kali.

Yang membuat pemilik usaha bernapas lega adalah bagian analisisnya. Owner tak lagi perlu duduk berjam-jam dengan kalkulator dan buku tebal di penghujung hari. Manjonongki menghitungkan semuanya secara otomatis: omzet, laba bersih, pajak, hingga total pengeluaran tersaji lengkap dan langsung terbaca. Aplikasi bahkan mampu memilah penjualan per metode bayar, menampilkan menu terlaris, memantau modal dan selisih kas di setiap sesi kasir, sampai menghitung gaji dan potongan absensi karyawan hingga ke slip gaji digital — semuanya tanpa satu pun rumus yang harus diketik sendiri.

Dengan kata lain, pemilik cukup membuka satu aplikasi dari ponselnya, dan seluruh cerita bisnisnya — dari pesanan pertama pagi hari sampai laba akhir bulan — sudah tersaji dalam angka yang matang, detail, dan siap dijadikan dasar keputusan.

Riset yang Membumi, Praktik yang Terukur

Perpaduan dua peran inilah yang menjadi nilai jual Manjonongki. Ia bukan sekadar hasil riset yang berhenti di jurnal, dan bukan pula alat coba-coba tanpa dasar. Aplikasi ini adalah hilirisasi riset yang langsung teruji di lapangan — dipakai setiap hari di Konsep Syndrome Coffee n Eatery, di tengah antrean pelanggan, pergantian shift kasir, dan tutup buku setiap malam, jauh sebelum akhirnya dibuka untuk publik.

“Karena saya sendiri penggunanya, saya tidak akan membiarkan aplikasi ini rumit atau tidak masuk akal,” kata Fandli. “Semua saya rancang berdasarkan logika bisnis yang benar, tapi tetap sederhana dipakai orang dapur dan kasir — bukan cuma dimengerti orang IT.”

Dari Gorontalo, untuk Indonesia

Kini, setelah matang dari riset dan pengalaman bertahun-tahun, Manjonongki resmi menyapa publik — termasuk dapat diakses melalui aplikasi Android. Sebagai karya asli anak daerah, kehadirannya menjadi bukti bahwa inovasi bernilai nasional bisa lahir dan berakar di Gorontalo.

Harapan Fandli sederhana namun berdampak: semakin banyak kafe, warung kopi, dan restoran — di Gorontalo dan kelak di seluruh Indonesia — yang naik kelas berkat pengelolaan yang lebih rapi, cerdas, dan modern.

Dari perpaduan ruang kuliah dan meja kasir, lahir sebuah karya yang membawa nama daerah. Manjonongki membuktikan bahwa solusi terbaik lahir ketika ilmu bertemu pengalaman — ketika orang yang memahami masalah secara teori juga menjalaninya secara nyata.

]]>
TEKEN MOU DJP SULUTENGGOMALUT RESMIKAN TAX CENTER IAIN GORONTALO https://iaingorontalo.id/teken-mou-djp-sulutenggomalut-resmikan-tax-center-iain-gorontalo/ Sat, 14 Nov 2020 05:25:36 +0000 http://localhost:8086/wp-edubase/?p=794 Selengkapnya]]>

Gorontalo -IAIN Sultan Amai Gorontalo berspakat menjalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sulawesi Utara, Tengah,Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutenggomalut).

Jalinan kerjasama tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani langsung oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji, M.Ag dengan Kepala Kantor Wilayah DJP Sulawesi Utara, Tengah,Gorontalo, dan Maluku Utara, Tribowo, di auditorium rektorat kampus II Limboto, Jumat 13 November 2020, yang ditandai dengan Pengresmian Tax Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan, menyambut baik kerjasama yang terjalin antara pihaknya dengan Dirjen Pajak Sulutenggomalut yang telah membentuk Tax Center di institusi yang di pimpinnya.

Menurutnya, keberadaan Tax Center di IAIN Sultan Amai Gorontalo sangatlah penting guna mendukung kegiatan akademik dengan fokus utamanya pada penelitian/kajian akademik dan pengabdian masyarakat di bidang perpajakan.

“Keberadaan Tax Center ini penting, untuk mensosialisasikan tentang perpajakan, karena mahasiswa juga merupakan calon wajib pajak. Selain itu, bagi dosen maupun karyawan bisa mengetahui bagaimana dengan baik tentang pajak” Ujarnya

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah DJP Sulawesi Utara, Tengah,Gorontalo, dan Maluku Utara, Tribowo, mengatakan pembentukan Tax Center ini dilakukan untuk semua Universitas,  yang telah dilakukan penilaian dan yang dianggap memiliki kepantasan dan yang di dahulukan adalah Perguruan Tinggi Negeri.

Tribowo menambahkan, Tax Center dapat dijadikan sebagai pusat informasi, pendidikan, dan pelatihan, yang memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan mengerti hak dan kewajiban perpajakannya sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan kemandirian bangsa.

“Tujuannya, Tax Center nantinya dapat mendorong dan menyediakan wadah dalam penyelenggaraan kegiatan pengkajian, penelitian, dan sosialisasi perpajakan di lingkungan Perguruan Tinggi” Jelasnya

Usai penandatanganan Mou acara dilanjutkan dengan pemotongan pita peresmian oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji, M.Ag dengan Kepala Kantor Wilayah DJP Sulawesi Utara, Tengah,Gorontalo, dan Maluku Utara, Tribowo, sebagai tanda dibentuknya Tax Center di IAIN Sultan Amai Gorontalo. (AD)

]]>
Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Buka Pembekalan PPL FEBI Secara Daring https://iaingorontalo.id/rektor-iain-sultan-amai-gorontalo-buka-pembekalan-ppl-febi-secara-daring-2/ Sat, 29 Aug 2020 08:56:51 +0000 http://localhost:8086/wp-edubase/?p=895 Selengkapnya]]> Gorontalo Hms  – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo melaksanakan kegiatan pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2019/2020 secara daring. Pemberian materi pembelakan dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting, Kamis (27/8/20).

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaii Haedar, M.Ag mengatakan, dalam menghadapi PPL ditengah pandemi Covid-19, kita harus mampu menyesuaikan kondisi dan keadaan di masa Covid. Salah satunya adalah mendesain seluruh kegiatan dan model pembelajaran secara daring maupun luring.

‘Dalam situasi pandemi Covid-19, seluruh kegiatan pembelajaran secara daring adalah sebuah keharusan. Walapun tidak dalam situasi Covid, mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Sebab program kampus merdeka belajar mengharuskan mahasiswa untuk menguasai teknologi sebagai media pembelajaran,” jelas Rektor

Dekan FEBI Dr. Muhibbuddin, M.Si berpesan kepada seluruh mahasiswa peserta pembekalan PPL, agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada saat melaksanakan PPL  dilapangan nanti.

“Untuk itu pada pembekalan ini para peserta PPL akan menerima materi tentang cara melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 ketika para peserta PPL berada di lokasi,”  ujar Dekan FEBI

Sementara itu Wakil Dekan 1 FEBI Dr. Muhdar HM, M.M melaporkan, pada pelaksanaan PPL tahun 2020 diikuti sebanyak 173 peserta. Muhdar menjelaskan, pelaksanaan PPL pada tahun ini berbeda dengan Tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya panitia berkerja keras untuk mencarikan lokasi bagi para peserta PPL, untuk PPL tahun ini mahasiswa peserta PPL secara mandiri yang mencari menentukan lokasi PPL sesuai dengan jurusan masing-masing.

“Ini dilakukan dalam rangka mewujudkan program kampus merdeka dan merdeka belajar. Jadi kita sudah mencoba untuk memandirikan mahasiswa untuk menentukan sendiri lokasi PPL,” papar Muhdar

Muhdar menambahkan pelaksanaan PPL Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada tahun ini sudah masuk di pulau Sulawesi. Diantaranya adalah provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan provinsi Gorontalo. Secara distribusi terdapat 22 lokasi PPL yang berada diluar kota Gorontalo dan 36 lokasi yang berada di kota Gorontalo.

“Ini adalah pembeda pelaksanaan PPL tahun ini dengan Tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian gaung PPL FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo berada di mana-mana,” pungkas Muhdar. (Aadum/Hms)

]]>