Feature – IAIN Sultan Amai Gorontalo https://iaingorontalo.id Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo Sun, 25 Jun 2023 00:12:02 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://iaingorontalo.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-logo_iain1-32x32.png Feature – IAIN Sultan Amai Gorontalo https://iaingorontalo.id 32 32 Closing Ceremony OASE PTKI II 2023 https://iaingorontalo.id/closing-ceremony-oase-ptki-ii-2023/ Sun, 18 Jun 2023 14:40:48 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6674 Selengkapnya]]> GORONTALO (IAINSAG)Grand Final Olimpiade Agama, Sains dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) II Tahun 2023 se-Indonesia yang dimulai pada 14 Juni 2023 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, telah berakhir.

Saat gelaran closing ceremony, para pemenang OASE PTKI II tahun 2023 telah diumumkan. Sebagaimana diketahui, dalam setiap ajang olimpiade, pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah. Itulah kompetisi.

“Kepada para peserta OASE yang pada hari ini bergembira meraih juara. Saya ucapkan selamat atas pencapaian yang membanggakan. Kiranya prestasi yang telah dicapai tersebut tidak membuat kalian cepat puas dan bangga. Prestasi hari ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.”

Pesan ini disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi, saat menutup seluruh rangkaian kegiatan OASE PTKI II tahun 2023 yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jum’at (16/06/2023) malam.

“Untuk para peserta yang belum berhasil, jangan berputus asa, tetap semangat dan terus berusaha. Karena dalam mencapai hasil yang diharapkan kedepannya, tidak ada kata menyerah. Tetap giat berlatih dalam mengukir prestasi. Yang jadi juara boleh beberapa, tapi pemenangnya kita semuanya.” imbuhnya.

Selain dari sejumlah nama pemenang yang telah diumumkan oleh pihak panitia, terdapat pula beberapa nama yang belum masuk dalam daftar yang telah dirilis tersebut. Lagi-lagi Inilah kompetisi, pasti akan melahirkan pemenang.

Namun apapun itu, bagi para peserta yang belum berhasil, mereka telah berupaya dengan maksimal, bahkan mampu membuktikan dirinya sebagai finalis yang berhasil melaju ke grand final tingkat nasional dalam ajang bergengsi OASE PTKI II tahun 2023.

“Karena ini adalah olimpiade, maka pasti akan memunculkan pemenang. Tapi, yakinlah bahwa kita semua dilahirkan untuk menjadi pemenang. Tidak ada diantara kita yang dilahirkan untuk tidak menjadi pemenang.”

Ungkap Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, saat membuka Grand Final OASE PTKI II tahun 2023, yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (14/06/2023) lalu.

“Namun untuk menjadi pemenang butuh syaratnya, yaitu harus direncanakan, dilaksanakan kemudian tawakal,” sambungnya.

Menag berpesan, OASE bukan hanya sekedar ajang kompetisi semata, namun OASE merupakan bagian dari ruang untuk terus belajar dalam mengembangkan diri.

“Jadi, jangan hanya menganggap OASE sebagai kompetisi. Tapi anggaplah OASE bagian dari ruang kita untuk terus belajar mengembangkan diri,” pesannya.

Hal lain yang tak kalah pentingnya menurut Menag, OASE harus menjadi salah satu eviden atau bukti, bahwa PTKI bukan hanya mampu mencetak para ahli dalam bidang keilmuan agama saja, namun ahli dibidang lain, sains dan teknologi.

“Saya berharap olimpiade seperti ini benar-benar mencetak generasi masa depan yang memiliki ilmu pengetahuan, kesalehan, dan integritas. Sehingga negara ini kelak akan dipimpin oleh alumni-alumni PTKI yang ada di Indonesia,” tandas Menag yang akrab disapa Gusmen ini.

Pada penutupan OASE PTKI II tahun 2023, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Ahmad Zainul Hamdi, Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar, Ketua Panitia OASE PTKI II 2023 Ali Munhanif.

Turut hadir para Rektor dan Wakil Rektor dari PTKI Se-Indonesia dan Dewan Juri, Official, dan Peserta OASE PTKI II tahun 2023 se Indonesia serta seluruh kontingen. (Humas/YN)

]]>
PWN PTK XVI 2023 Berakhir, Tetaplah Bersatu Dalam Semangat Yang Tulus https://iaingorontalo.id/pwn-ptk-xvi-2023-berakhir-tetaplah-bersatu-dalam-semangat-yang-tulus/ Sun, 28 May 2023 14:02:51 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6560 Selengkapnya]]> GORONTALO (IAINSAG) – Setelah seluruh rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) XVI Tahun 2023 di Gorontalo, resmi ditutup oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi.

Kini para kontingen telah meninggalkan Bumi Perkemahan Kampus 2 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo sejak Sabtu hingga Ahad (28/05/2023) yang merupakan puncak kepulangan kontingen PWN PTK XVI Tahun 2023 ke daerahnya masing-masing.

Meninggalkan tempat yang sempat menjadi saksi dalam “Merawat Keberagamaan dan Perdamaian Dalam Bingkai Moderasi Beragama.”

Sebuah tema besar Perkemahan Wirakarya Nasional yang telah menjadikan sprit bagi aktivis Pramuka dan seluruh pihak dalam melakukan berbagai kegiatan dengan penuh cinta dan damai.

“Berbagai kegiatan telah kita laksanakan dengan penuh cinta dan damai. Sama seperti udara pagi yang kita hirup di lokasi Bumi Perkemahan ini,” ungkap Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Zulkarnain Suleman, pada upacara penutupan PWN PTK XVI Tahun 2023, yang berlangsung di Bumi Perkemahan Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo menyampaikan terima kasih kepada peserta dan seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi pada penyelenggaraan PWN PTK XVI Tahun 2023 ini.

Tak hanya itu, ungkapan rasa terima kasih dari Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo dikemas dalam audio visual yang ditayangkan saat acara penutupan berlangsung. Seperti apa ungkapan rasa terima kasih itu? Berikut kutipannya;

“Pertemuan yang pernah ada, kini telah menjadi ikatan yang tak akan pudar seperti simpul tali, erat dalam setiap ujungnya. Meski perpisahan datang menghadang, kita tetap bersatu dalam semangat yang tulus.

Dalam api unggun malam yang hangat, bernyanyi bersama dan tertawa ria. Kini, api itu akan meredup. Hawa dinginpun datang menyapa.

Kehangatan yang pernah ada di Perkemahan Wirakarya Nasional Sultan Amai Gorontalo, kini telah menjadi kenangan.

Pernah ada tawa dan tangis yang kita bagikan. Pernah ada kesedihan dan kebahagiaan yang kita rasakan. Kini hati mulai hampa, kian dekat dengan perpisahan. Namun kenangan itu akan tetap abadi.

Meski kita harus berpisah, namun kita selalu bersama dalam ingatan, dalam doa, dalam jiwa yang tak tergoyahkan.

Saya Zulkarnain Suleman, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak tercinta, atas momen-momen yang tak terlupakan, yang telah kita lewati. Salam Pramuka!”

(Humas/YN)

]]>
Polopalo Tandai Pembukaan PWN PTK XVI 2023 https://iaingorontalo.id/polopalo-tandai-pembukaan-pwn-ptk-xvi-2023/ Mon, 22 May 2023 13:57:39 +0000 https://iaingorontalo.id/?p=6557 Selengkapnya]]> GORONTALO (IAINSAG) – Provinsi Gorontalo beberapa hari ini menjadi pusat perhatian tingkat Nasional. Pasalnya, perhelatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) XVI Tahun 2023 dipusatkan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo.

Agenda dua tahunan Kementerian Agama Republik Indonesia ini, dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, yang berlangsung di Bumi Perkemahan Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo, Senin (22/05/2023).

Tema yang diusung PWN PTK XVI Tahun 2023, adalah Merawat Keberagamaan dan Perdamaian Dalam Bingkai Moderasi Beragama. Menurut Menag Yaqut Cholil Qoumas, yang bertindak sebagai inspektur upacara PWN PTK XVI Tahun 2023 menyebut, ini adalah sebuah tema yang cukup menantang sekaligus membutuhkan pembuktian segenap insan Pramuka Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

“Insan Pramuka harus bisa adaptif, inovatif, dan kreatif merawat keberagamaan dan perdamaian,” pesan Menag.

Pembukaan PWN PTK XVI Tahun 2023, dimeriahkan dengan pagelaran budaya Nusantara dan dilanjutkan dengan defile kontingen dari Perguruan Tinggi Keagamaan seluruh Indonesia.

Menariknya, hal yang berbeda terlihat saat Master of Ceremony (MC) mempersilahkan Menag Yaqut Cholil Qoumas untuk membuka kegiatan tersebut. “Dilanjutkan dengan pemukulan alat musik Polopalo,” ucap MC.

Saat itu juga, perhatian peserta upacara pembukaan dibuat takjub dengan pertunjukan pemukulan alat musik tradisional khas daerah Gorontalo Polopalo oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas, sebagai tanda dibukanya kegiatan PWN PTK XVI Tahun 2023.

Pada kesempatan itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas, turut didampingi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso, dan Ketua Dewan Kehormatan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo Idah Syahidah, serta Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Zulkarnain Suleman.

Polopalo, itulah nama benda yang digunakan sebagai tanda dimulainya kegiatan PWN PTK XVI Tahun 2023. Polopalo adalah alat musik tradisional daerah yang berasal dari Provinsi Gorontalo. Polopalo merupakan alat musik jenis idiofon, yaitu golongan alat musik yang sumber bunyinya berasal dari badan alat itu sendiri.

Alat musik khas Gorontalo ini memiliki dua fungsi yang lazim digunakan di Gorontalo oleh penduduk asli Gorontalo. Pertama, Polopalo digunakan oleh para petani menghibur diri saat tengah menanam padi di sawah. Kedua, Polopalo digunakan sebagai tanda waktu berbuka puasa maupun ketika sahur di bulan suci Ramadhan.

Pada era tahun enam puluhan sampai dengan tahun sembilan puluhan, Polopalo biasanya dimainkan pada saat-saat tertentu, yang pada hari tersebut merupakan hari yang sangat istimewa menurut masyarakat Gorontalo.

Bahkan, Polopalo merupakan alat musik tradisional yang erat kaitannya dengan tatanan kehidupan masyarakat Gorontalo yang suka bekerja keras tidak mengenal lelah, hidup bergotong-royong dan saling menghargai satu sama lain.

Berbeda dengan alat musik tradisional lainnya, Polopalo memiliki keunikan tersendiri, seperti halnya dalam pemilihan bahan baku, cara memainkan dan waktu memainkannya.

Bahan baku utamanya adalah bambu. Bambu itu sendiri memiliki dua jenis bambu, yaitu bambu air dan bambu pagar. Namun, untuk alat musik Polopalo, khusus menggunakan bambu air. Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, bambu air menghasilkan bunyi yang lebih merdu.

Cara memainkan alat musik ini , cukup dipukul-pukulkan di atas lutut sehingga mengeluarkan bunyi atau suara. Sementara, untuk waktu memainkannya lebih bagus pada saat malam hari atau suasana hening, karena dalam memainkannya memerlukan ketenangan.

Alat musik yang bahan dasarnya terbuat dari bambu tersebut, kemudian dibentuk menyerupai garputala raksasa, dan teknik memainkannya dengan cara memukulkan ke bagian anggota tubuh yaitu lutut.

Dalam perkembangannya, Polopalo mengalami penyempurnaan pada beberapa hal. Salah satunya, kini dilengkapi sebuah alat pemukul yang terbuat dari kayu yang dilapisi karet untuk memudahkan dan membantu dalam proses memainkan alat musik tersebut.

Adapun fungsi dari pembuatan pemukul yang dilapisi karet tersebut, agar tidak membuat bagian anggota tubuh yang dipukul menjadi sakit. Bahkan, membuat suara Polopalo tersebut lebih nyaring bunyinya.

Pengembangan selanjutnya terhadap alat musik Polopalo tersebut, juga dibuatkan berbagai macam alat musik Polopalo dalam berbagai bentuk dan nada yang berbeda.

Kemudian hasil dari pengembangan Polopalo tersebut dimainkan oleh beberapa orang dengan format dan komposisi yang berbeda satu sama lain.

Sehingga alat musik Polopalo tersebut menghasilkan nada-nada yang dapat dikompilasikan menjadi suatu karya musik baru yang disesuaikan dengan ciri khas daerah Gorontalo.

Sebagaimana diketahui, gambar alat musik Polopalo yang berwarna kuning, disematkan pada bagian lengan kanan maskot PWN PTK XVI Tahun 2023. (Humas/YN)

]]>